Menurut Hans Sodo -panggilan akrab Fransiskus Sales Sodo-, pemotongan ini berdampak pada berkurangnya belanja infrastruktur daerah, terutama pembangunan dan perbaikan jalan serta irigasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Dengan pemangkasan ini, berdampak pada beberapa proyek infrastruktur yang telah direncanakan sebelumnya bisa berpotensi mengalami penundaan atau pengurangan skala pengerjaan.

Dan prioritas pembangunan akan disesuaikan dengan anggaran yang tersisa, dengan fokus utama pada proyek-proyek yang dianggap paling mendesak.

Pemotongan dana transfer ini menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Manggarai Barat dalam menjalankan program pembangunan tahun 2025.

Dan masyarakat Manggarai Barat perlu bersiap untuk menghadapi kemungkinan perlambatan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur jalan dan irigasi.

Sementara di satu sisi dibawa pemerintah Bupati dan Wakil Bupati, Edistasius Endi-dr. Yulianus Weng sedang geliatnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung Daerah Super Prioritas (DSP) di daerah wisata tersebut.**