LABUANBAJOVOICE.COM — Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat menggelar buka puasa bersama (Bukber) dengan Ketua Umum HPI, Imam Widodo, di Kantor Sekretariat HPI Manggarai Barat, Minggu (15/3/2026).
Kedatangan Ketua Umum HPI disambut secara adat Manggarai oleh pengurus dan anggota pramuwisata setempat sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol persaudaraan.
Prosesi adat dipimpin oleh Gabriel Pampur selaku Seksi Budaya HPI Manggarai Barat, didampingi Ari Daru, mantan Ketua HPI Manggarai Barat ke-2, serta Wakil Ketua HPI Manggarai Barat Hendrik Habur.
Dalam prosesi tersebut, Imam Widodo menerima rangkaian penyambutan adat berupa Tuak Ris, dilanjutkan dengan Tui Loce, dan diakhiri dengan Manuk Kapu, yang merupakan bagian dari tradisi penghormatan masyarakat Manggarai kepada tamu yang datang.
Ketua Umum HPI Imam Widodo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar pramuwisata Manggarai Barat.
“Saya terima kasih sekali atas sambutan ini. Salah satu hal yang tidak bisa kami hilangkan adalah rasa persaudaraan dan juga keramahan masyarakat di sini,” kata Imam Widodo.
“Saya masih ingat ketika pertama kali datang ke Bajawa sampai Manggarai, kehangatan itu sangat terasa. Karena itu saya bersyukur bisa kembali lagi ke sini dan diterima sebagai saudara,” tambahnya.
Ia juga berharap hubungan persaudaraan antara pramuwisata di daerah dan pengurus pusat HPI dapat terus terjalin kuat di masa mendatang.
“Semoga Tuhan mengabulkan semua yang kita harapkan dan persaudaraan ini bisa berlangsung selamanya. Saya juga berharap dapat menjalankan amanah organisasi HPI seperti yang diharapkan teman-teman semua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, mengatakan penyambutan adat yang dilakukan merupakan bagian dari tradisi masyarakat Manggarai dalam menghormati tamu.
“Penyambutan adat ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud penghormatan masyarakat Manggarai kepada tamu yang datang. Dalam pariwisata, nilai-nilai budaya seperti ini justru menjadi kekuatan utama yang membuat pengalaman wisata di Labuan Bajo semakin autentik,” ujar Aloysius.
Menurutnya, pramuwisata memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal.
“Pramuwisata tidak hanya menjelaskan destinasi kepada wisatawan, tetapi juga menjadi penjaga cerita, nilai, dan identitas budaya daerah. Karena itu kami ingin memastikan perkembangan pariwisata Labuan Bajo tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi momentum memperkuat solidaritas antar anggota HPI serta membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan pariwisata.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan di antara para pramuwisata. Dengan kebersamaan yang kuat, kami yakin pariwisata Labuan Bajo bisa terus tumbuh dengan tetap menjaga alam, budaya, dan masyarakat lokal,” pungkasnya.
Acara buka puasa bersama ini turut dihadiri jajaran pengurus HPI Manggarai Barat, Ketua DPD HPI NTT, serta Pengawas DPD HPI NTT Heri Hajo. Dari unsur pemerintah hadir Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefanus Jemsifori.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai masa depan profesi pramuwisata di tengah perkembangan pesat industri pariwisata di Labuan Bajo.
Para pengurus HPI berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri wisata, dan pramuwisata terus diperkuat agar pariwisata Manggarai Barat berkembang secara berkelanjutan.**





Tinggalkan Balasan