LABUANBAJOVOICE.COM – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menyalurkan bantuan sosial kepada 200 kepala keluarga (KK) warga kawasan transmigrasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Bambang Widyatmiko, mewakili Menteri Transmigrasi RI, Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (4/6/2026), dan disaksikan oleh pemerintah daerah serta masyarakat penerima manfaat.

Dalam kegiatan tersebut, Bambang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Kadis Nakertranskop dan UKM) Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang tergolong rentan secara ekonomi. Setiap paket berisi 10 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, dan 1 kaleng ikan sarden.

Kadis Fatinci, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi.

“Penyerahan bantuan sosial secara simbolis dilakukan oleh Bapak Bambang selaku Direktur Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Bantuan ini diberikan kepada 200 kepala keluarga yang berada di kawasan transmigrasi di Kabupaten Manggarai Barat,” kata Fatinci kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa data penerima bantuan telah diverifikasi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan rendah hingga menengah bawah.

“Data penerima diambil dari lokasi transmigrasi yang masuk dalam DTSEN desil 1 sampai dengan desil 4. Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Fatinci, program bantuan sosial tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat transmigrasi yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan kawasan.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah warga transmigrasi,” katanya.

Warga penerima manfaat menyambut baik bantuan yang diberikan pemerintah. Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, bantuan sembako tersebut dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Program bantuan sosial ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Transmigrasi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi, terutama kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial dapat terus menjangkau masyarakat hingga ke kawasan transmigrasi, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.**