Menurut Andhy, kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, agen perjalanan, dan masyarakat lokal diperlukan agar potensi wisata dapat dikemas menjadi produk yang kompetitif serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Dalam strategi tersebut, kawasan Parapuar yang dikembangkan BPOLBF turut diarahkan untuk memperkaya pilihan aktivitas wisata. Pengalaman menikmati alam dan karakter lokal di kawasan itu diharapkan melengkapi perjalanan wisatawan yang datang ke Labuan Bajo.

Penguatan hubungan antara wisata bahari dan daratan juga membuka peluang bagi agen perjalanan untuk menyusun paket yang menghubungkan sejumlah destinasi dalam satu perjalanan.

Kegiatan famtrip melibatkan enam peserta, terdiri atas tiga perwakilan travel agent/tour operator, satu perwakilan media, dan dua influencer dalam negeri.

Keterlibatan mereka diharapkan memperluas promosi wisata daratan Flores melalui pengembangan produk perjalanan, penjajakan kerja sama bisnis, serta penyebarluasan informasi dan pengalaman wisata kepada calon wisatawan.