Pengemasan daya tarik tersebut ke dalam pola perjalanan yang terencana dapat membuka alternatif bagi wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman lebih beragam selama berada di Flores.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Table Top Business Meeting yang digelar pada 12 Oktober 2026. Pertemuan ini mempertemukan pelaku usaha pariwisata dengan peserta famtrip untuk memperkenalkan produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama pemasaran.
Lima pelaku usaha yang mempresentasikan produk dan layanan wisata mereka adalah Mala Nusa, La Main, Desa Wisata Wae Lolos, Mosalaki Phinisi, dan Up & Up Komodo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Deputi Bidang Pemasaran dan Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, BPOLBF, pelaku usaha pariwisata, serta pengelola desa wisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, menilai pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo merupakan hasil kontribusi berbagai pihak.





Tinggalkan Balasan