Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama pada Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, Bayu Erlangga, mengatakan bahwa pengenalan destinasi harus diikuti dengan upaya mengemas pengalaman wisata menjadi produk komersial yang menarik.
“Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk memperkenalkan destinasi, tetapi juga menunjukkan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan dan bagaimana pengalaman tersebut dikembangkan menjadi pola perjalanan yang menarik. Dari sisi pemasaran, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk yang siap dijual dan dipromosikan,” ungkap Bayu dalam keterangan pada 15 Oktober 2026.
Menurut Bayu, pengembangan produk wisata yang beragam dapat menjadi salah satu strategi untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata berpeluang menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat di destinasi yang dikunjungi.
Pendekatan tersebut penting bagi pengembangan pariwisata Flores. Selama ini, Labuan Bajo dikenal luas sebagai pintu masuk menuju destinasi wisata bahari dan Taman Nasional Komodo. Padahal, wilayah daratan Flores juga menawarkan kekayaan alam, budaya, sejarah, kuliner, serta pengalaman kehidupan masyarakat lokal.





Tinggalkan Balasan