LABUANBAJOVOICE.COM – Perbaikan Masjid Jihadul Karomah di Kampung Lobohusu, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dilakukan setelah bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Perbaikan rumah ibadah tersebut mendapat dukungan bantuan sebesar Rp20 juta dari pengacara asal Jakarta, Dr. R. Bagus Sulistyanto, SH., MH.
Bantuan disalurkan melalui anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi Gerindra, Dr. Kanisius Jehabut, dalam kegiatan Gerindra Menyapa.
Pekerjaan perbaikan mulai dilakukan pada Jumat siang, 4 September 2026, setelah pelaksanaan salat Jumat.
Masyarakat Kampung Lobohusu secara bergotong royong membongkar bagian plafon masjid yang rusak akibat guncangan gempa.
Kanisius Jehabut yang merupakan anggota DPRD Manggarai Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I turut terlibat langsung dalam proses pembongkaran plafon masjid tersebut.
Keterlibatan masyarakat secara gotong royong menjadi bagian penting dalam proses awal pemulihan Masjid Jihadul Karomah. Mereka bersama-sama membongkar bagian bangunan yang rusak untuk kemudian diperbaiki.
Bantuan Rp20 juta tersebut akan digunakan untuk membeli bahan material yang dibutuhkan dalam proses perbaikan serta membiayai tenaga tukang.
Selain memperbaiki plafon yang rusak, bantuan tersebut juga direncanakan untuk pengecatan kembali bagian masjid dan penggantian kaca jendela yang pecah akibat gempa.
Kanisius Jehabut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. R. Bagus Sulistyanto, SH., MH., atas bantuan yang diberikan untuk mendukung perbaikan Masjid Jihadul Karomah.
Menurut Kanisius, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kampung Lobohusu yang turut terdampak gempa bumi.
“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian donatur untuk masyarakat Kampung Lobohusu. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu memperbaiki masjid yang mengalami kerusakan akibat gempa,” ujar Kanisius.
Ia mengatakan pemulihan pascagempa tidak hanya menyangkut perbaikan rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan rumah ibadah yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Politisi Gerindra itu juga mengajak masyarakat mempertahankan semangat gotong royong selama proses pemulihan pascagempa berlangsung.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membantu masyarakat agar fasilitas umum dan rumah ibadah yang rusak akibat gempa bisa kembali digunakan dengan baik,” ujar Kanisius.

Sementara itu, Imam Masjid Jihadul Karomah Lobohusu, Hasan Jafar, menyambut baik bantuan tersebut.
Ia bersyukur karena bantuan dari donatur membuat proses perbaikan masjid yang rusak akibat gempa dapat segera dimulai.
“Alhamdulillah, hari ini masjid kami mendapatkan bantuan dari orang dermawan melalui tangan Pak Kanisius. Bahan materialnya sudah ada, sekarang sudah mulai dikerjakan,” ujar Hasan.
Atas nama masyarakat Kampung Lobohusu, Hasan menyampaikan terima kasih kepada Kanisius Jehabut yang telah membantu memperjuangkan perbaikan masjid tersebut.
“Atas nama nama masyarakat Kampung Lobohusu menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kanisius Jehabut atas bantuan,” katanya.
Namun, Hasan mengatakan masih terdapat bagian bangunan masjid yang membutuhkan perhatian, terutama dinding yang mengalami keretakan akibat gempa.
Ia berharap perbaikan Masjid Jihadul Karomah tidak berhenti pada plafon, kaca jendela, dan pengecatan. Dinding masjid yang masih retak juga dinilai perlu mendapatkan penanganan agar bangunan lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat untuk beribadah.
“Kami juga berharap ada donatur lain yang mungkin bisa membantu memperbaiki dinding yang masih retak dampak gempa ini,” demikian harapan Hasan.
Perbaikan Masjid Jihadul Karomah menunjukkan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya bergantung pada bantuan material, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat.
Gotong royong warga Kampung Lobohusu menjadi kekuatan dalam mempercepat perbaikan rumah ibadah yang selama ini menjadi salah satu ruang bersama masyarakat.
Bantuan dari donatur juga menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas keagamaan yang terdampak gempa. Namun, masih adanya dinding masjid yang retak menunjukkan bahwa kebutuhan perbaikan belum sepenuhnya selesai.
Bagi masyarakat Kampung Lobohusu, Masjid Jihadul Karomah bukan sekadar bangunan tempat ibadah. Masjid tersebut juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial.
Karena itu, harapan Hasan agar ada donatur lain yang membantu memperbaiki dinding masjid menjadi bagian dari kebutuhan pemulihan yang masih terbuka setelah gempa mengguncang Flores.**





Tinggalkan Balasan