Ia berharap perbaikan Masjid Jihadul Karomah tidak berhenti pada plafon, kaca jendela, dan pengecatan. Dinding masjid yang masih retak juga dinilai perlu mendapatkan penanganan agar bangunan lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat untuk beribadah.

“Kami juga berharap ada donatur lain yang mungkin bisa membantu memperbaiki dinding yang masih retak dampak gempa ini,” demikian harapan Hasan.

Perbaikan Masjid Jihadul Karomah menunjukkan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya bergantung pada bantuan material, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat.

Gotong royong warga Kampung Lobohusu menjadi kekuatan dalam mempercepat perbaikan rumah ibadah yang selama ini menjadi salah satu ruang bersama masyarakat.

Bantuan dari donatur juga menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas keagamaan yang terdampak gempa. Namun, masih adanya dinding masjid yang retak menunjukkan bahwa kebutuhan perbaikan belum sepenuhnya selesai.

Bagi masyarakat Kampung Lobohusu, Masjid Jihadul Karomah bukan sekadar bangunan tempat ibadah. Masjid tersebut juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial.