LABUANBAJOVOICE.COM – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmennya dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan wisata.

Salah satu langkah konkret diwujudkan dengan menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan bagi Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua di Wantilan, The Nusa Dua, Bali, Jumat (17/7).

Kegiatan tersebut diikuti 63 anggota paguyuban pedagang pantai yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata di kawasan The Nusa Dua.

Pelatihan merupakan implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara profesional dan berdaya saing.

Melalui program ini, para peserta memperoleh pembekalan mengenai penguatan karakter wirausaha, pengelolaan usaha, strategi pemasaran, pelayanan prima (service excellence), hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar wisata.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan, memperkuat daya saing usaha, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menegaskan bahwa masyarakat dan pelaku usaha lokal memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan kawasan wisata kelas dunia.

“Keberadaan masyarakat dan pelaku usaha lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pariwisata di The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. The Nusa Dua tidak hanya dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” kata I Made Agus Dwiatmika.

Ia menjelaskan, pelatihan kewirausahaan tersebut menjadi salah satu investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

“Melalui pelatihan kewirausahaan ini, kami ingin mendorong para pedagang pantai agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan pasar, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menghadirkan produk dan layanan yang berkualitas sehingga dapat mendukung pengalaman wisata yang lebih baik bagi para pengunjung,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur maupun atraksi wisata, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan oleh masyarakat yang berinteraksi langsung dengan wisatawan.

Salah satu peserta pelatihan dari Paguyuban Sekar Sari, Ni Wayan Adina Wati, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya.

“Pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan kemampuan melayani tamu dan menawarkan produk agar lebih menarik bagi pengunjung,” katanya.

Ia berharap ITDC dapat terus menghadirkan program pembinaan, motivasi, serta melakukan monitoring secara berkala ke lapangan, sehingga aspirasi dan kendala para pedagang dapat terus didengar.

“Terima kasih kepada ITDC atas kesempatan dan pendampingan yang telah diberikan untuk mendukung perkembangan usaha kami,” ungkap Wayan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi ITDC dalam memperkuat posisi pelaku UMKM dan pedagang pantai sebagai mitra strategis dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas di kawasan The Nusa Dua.

Sejalan dengan semangat Customer Experience (CX100) Danantara, ITDC meyakini bahwa kepuasan wisatawan dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pelaku usaha lokal yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Karena itu, peningkatan kapasitas pedagang dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan standar pelayanan yang ramah, profesional, konsisten, dan mampu memberikan kesan positif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain meningkatkan kualitas layanan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal melalui peningkatan kompetensi usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan tren industri pariwisata.

Melalui kolaborasi antara pengelola kawasan dan masyarakat, The Nusa Dua diharapkan tidak hanya mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga menjadi contoh pembangunan pariwisata yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.**