LABUANBAJOVOICE.COM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha daerah dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di The Mandalika.
Salah satu dukungan datang dari produsen air mineral asal Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Narmada Awet Muda, yang kembali menjadi sponsor lokal untuk tahun kedua berturut-turut.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di pabrik PT Narmada Awet Muda, Lombok Barat, Senin (13/7/2026).
Melalui kolaborasi ini, Narmada akan menyediakan 30.000 botol air mineral dan 1.000 galon untuk memenuhi kebutuhan hidrasi panitia, marshal, relawan, media, serta seluruh pihak yang terlibat selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
VP Marketing & Sales ITDC, Dwi Dewi Permatasari, mengatakan keterlibatan Narmada menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara penyelenggaraan event internasional dengan dunia usaha lokal.
“Kami mengapresiasi komitmen Narmada yang kembali menjadi bagian dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia untuk tahun kedua berturut-turut,” ujar Permatasari.
Menurutnya, Narmada menjadi produk asli NTB sekaligus merek lokal pertama yang menyatakan komitmen sebagai sponsor pada MotoGP Mandalika 2026.
“Sebagai produk asli NTB sekaligus brand lokal pertama yang menyatakan komitmen sponsorship pada penyelenggaraan tahun ini, keterlibatan Narmada menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kualitas dan kapasitas untuk mengambil peran dalam mendukung event berskala internasional,” tambahnya.
Permatasari menegaskan bahwa penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya menghadirkan ajang balap kelas dunia, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, setiap event internasional yang digelar di The Mandalika harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk memperluas eksposur produk-produk unggulan NTB.
“Kami ingin setiap event internasional yang diselenggarakan di The Mandalika mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha lokal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan semakin banyak produk lokal yang terlibat dalam penyelenggaraan event internasional, semakin besar pula multiplier effect yang tercipta bagi ekonomi daerah.
“Hal ini sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination yang menghadirkan pengalaman kelas dunia dengan melibatkan potensi lokal,” jelasnya.
Selain memenuhi kebutuhan operasional selama MotoGP berlangsung, kerja sama ITDC dan Narmada juga diperluas melalui penerapan program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui program tersebut, Narmada akan melaksanakan pengumpulan dan daur ulang sampah botol plastik selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan event internasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Direktur PT Narmada Awet Muda, Pengky Jupiter, mengatakan perusahaannya bangga dapat kembali berkontribusi dalam ajang balap dunia yang digelar di NTB.
“Sebagai produk asli NTB, kami bangga dapat kembali menjadi bagian dari Pertamina Grand Prix of Indonesia. Bagi kami, ajang ini bukan hanya sebuah event olahraga dunia, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kualitas, daya saing, dan kesiapan untuk hadir dalam penyelenggaraan event internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain menyediakan kebutuhan air mineral, perusahaan juga ingin mendukung upaya menjaga kebersihan kawasan The Mandalika melalui program daur ulang botol plastik.
“Kami berharap langkah ini dapat mendukung upaya menjaga kebersihan kawasan The Mandalika sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab,” kata Pengky.
Bagi ITDC, kolaborasi dengan Narmada menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem sport tourism yang inklusif.
Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam event internasional dinilai mampu meningkatkan daya saing produk daerah, memperluas peluang usaha, sekaligus menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi NTB.**





Tinggalkan Balasan