Ia menekankan pentingnya HPI sebagai organisasi profesi yang mampu menjadi wadah pembinaan bagi para pramuwisata, baik dalam peningkatan kompetensi maupun profesionalisme.
“Kami juga berharap Munas HPI ke-VIII semakin memperkuat Himpunan Pramuwisata Indonesia sebagai organisasi profesi yang solid, berintegritas, progresif, dan mampu menjadi wadah bagi para pramuwisata Indonesia dalam meningkatkan kompetensi, pengetahuan, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepemanduan wisata.” ujarnya.
Peningkatan kompetensi pramuwisata menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas pelayanan pariwisata. Hal ini karena pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh kualitas interaksi dan pelayanan selama melakukan perjalanan.
Pramuwisata yang profesional diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan mengedepankan etika, pengetahuan yang memadai, kemampuan komunikasi, serta penghormatan terhadap budaya dan masyarakat lokal.
Bagi Manggarai Barat, penguatan kapasitas pramuwisata juga memiliki arti strategis. Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional terus berkembang dan menjadi pintu masuk wisatawan yang ingin menikmati berbagai destinasi di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya.





Tinggalkan Balasan