Harapan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan industri pariwisata Indonesia yang terus mengalami perubahan.
Pramuwisata tidak hanya dituntut mampu memberikan informasi mengenai destinasi, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan komunikasi, wawasan budaya, serta kemampuan memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan.
Dalam konteks pariwisata daerah, keberadaan pramuwisata juga memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan wisatawan.
Pramuwisata menjadi salah satu pihak yang membantu memperkenalkan destinasi, budaya, sejarah, tradisi, hingga kehidupan masyarakat lokal kepada wisatawan.
Karena itu, penguatan organisasi profesi dinilai penting untuk memastikan para pramuwisata memiliki kapasitas yang terus berkembang seiring perubahan kebutuhan wisatawan dan dinamika industri pariwisata.
Lebih lanjut, Aloysius berharap Munas HPI ke-VIII dapat menghasilkan keputusan yang memberikan dampak positif terhadap penguatan organisasi dan peningkatan kualitas profesi pramuwisata di Indonesia.





Tinggalkan Balasan