Misalnya, sebuah hotel besar yang juga mengelola restoran untuk umum, maka aktivitas investasinya akan tercatat di beberapa subsektor sekaligus.

Pendekatan ini dinilai memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait kontribusi riil dunia usaha terhadap perekonomian daerah.

Seiring meningkatnya investasi, dampak positif juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja. Hingga akhir periode pelaporan 2025, tercatat 1.340 tenaga kerja terserap di berbagai sektor usaha.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.286 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 54 Tenaga Kerja Asing (TKA). DPMPTSP menegaskan bahwa data tersebut hanya mencakup tenaga kerja tetap, bukan tenaga kerja temporer atau harian lepas.

Untuk analisis lebih mendalam terkait tingkat pengangguran dan dinamika pasar kerja di Manggarai Barat, pemerintah daerah merekomendasikan agar merujuk pada data resmi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop-UKM).

Dengan tren investasi yang terus meningkat dan pariwisata yang tetap menjadi sektor unggulan, Manggarai Barat diproyeksikan masih akan menjadi magnet investasi dalam beberapa tahun ke depan.