Dari total realisasi investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar.

Nilai investasi domestik tercatat mencapai sekitar Rp1,75 triliun, atau setara 93,3 persen dari keseluruhan investasi yang masuk ke Manggarai Barat.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sekitar Rp126,2 miliar, atau 6,7 persen dari total realisasi investasi.

Meski porsinya lebih kecil, PMA tetap dinilai strategis karena umumnya membawa teknologi, jejaring global, serta standar pelayanan internasional, khususnya di sektor pariwisata.

Jika ditinjau berdasarkan sektor usaha, hotel dan restoran masih mendominasi peta investasi Manggarai Barat.

“Sektor hotel dan restoran masih mendominasi karena sejalan dengan posisi Manggarai Barat sebagai daerah tujuan wisata super prioritas, sehingga kebutuhan akomodasi dan jasa penunjang terus meningkat,” kata Maria.

Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan nilai investasi fantastis sebesar Rp1,62 triliun, mencerminkan tingginya geliat pembangunan akomodasi dan fasilitas pendukung pariwisata.