“Ini rentan sekali kaum mama mama Lansia di dapur yg pemula kalau main Facebook 🤣 gampang kena Tipu🤣,” tulis akun Rryo Nabal dalam kolom komentar.
Sementara akun Marselus Garut mengingatkan bahaya peretasan dan penipuan digital.
“Kita harus waspada dengan tindakan para hacker utk menjatuhkan harga diri kita, terima kasih infonya bapak Bupati.” tulis akun Marselus Garut.
Komentar bernada kritis datang dari akun Sujono dengan centang biru.
“Makanya labeli dengan verifikasi Meta Bos Edi Endi, masa buang 100k/bln aja nggak bisa 😂 Saya aja yang bukan pejabat bisa 😂🤪
Neka rabo om papati 😂🙏,” tulis akun Sujono.
Neka rabo dalam bahasa daerah Manggarai berarti mohon maaf.
Kasus akun palsu yang mengatasnamakan pejabat publik semakin marak seiring meningkatnya penggunaan media sosial.
Modus meminta uang atas nama pejabat daerah bukan hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga mencederai reputasi pejabat bersangkutan.
Kejadian seperti ini mengingatkan kita yang aktif menggunakan media sosial agar tidak mudah percaya terhadap akun yang mengatasnamakan pejabat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan