LABUANBAJOVOICE.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Servatius Lestinus Gahang, A.Md., yang dikenal dengan sebutan Charles Gahang, menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat hingga daerah.

“Di tengah kondisi efisiensi anggaran, kita membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama kaum muda. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan inisiatif masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Charles Gahang, Rabu (28/10/2026).

Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Menurut Charles, bagi Manggarai Barat, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Anggota DPRD Manggarai Barat dari daerah pemilihan (Dapil) III itu memandang, generasi muda memiliki ruang penting untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui gagasan, kreativitas, kepedulian sosial, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Kebijakan efisiensi anggaran menuntut pemerintah untuk menentukan prioritas penggunaan sumber daya secara cermat. Dalam kondisi tersebut, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan pembangunan tetap memperhatikan kebutuhan warga.

“Pemuda harus berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berbuat, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kreativitas dan kebersamaan,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan yang membutuhkan biaya besar. Pemuda dapat mengambil bagian melalui kegiatan sosial, pengembangan potensi desa, gerakan menjaga kebersihan lingkungan, pendampingan pendidikan, hingga inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.

Partisipasi tersebut juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan menyampaikan persoalan serta kebutuhan secara terbuka, warga dapat membantu mendorong kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Semangat patriotik, gigih, dan berempati harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Generasi muda hendaknya menjadi bagian dari solusi, membangun solidaritas, serta ikut menjaga agar pembangunan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Charles.

Dalam konteks ini, semangat patriotisme perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata. Pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut berkontribusi sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini menempatkan patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai nilai penting bagi generasi muda Indonesia.

Patriotisme dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar. Kegigihan tercermin dalam kemampuan untuk terus berinisiatif meskipun menghadapi keterbatasan.

Sementara itu, empati mengajak generasi muda untuk memahami kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Di Manggarai Barat, semangat tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, komunitas masyarakat, lembaga pendidikan, dan berbagai unsur lainnya.

Kolaborasi tidak harus selalu bergantung pada besarnya dukungan anggaran. Penguatan gotong royong, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pengembangan inisiatif berbasis kebutuhan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan sosial.

Namun, keterlibatan masyarakat tetap perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan pelayanan publik dan memenuhi kebutuhan dasar warga.

Partisipasi masyarakat merupakan kekuatan pendukung pembangunan, bukan pengganti kewajiban pemerintah.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa pembangunan daerah membutuhkan kontribusi berbagai pihak.

Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, menjaga persatuan, dan mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Sebagai anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi PKB yang mewakili Dapil III, Charles Gahang menjadi salah satu figur yang mengangkat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam momentum peringatan tersebut.

Di tengah efisiensi anggaran, tantangan pembangunan tidak cukup dijawab melalui kebijakan pemerintah semata. Diperlukan komunikasi yang terbuka, penentuan prioritas yang berpihak pada kebutuhan warga, serta partisipasi masyarakat yang tumbuh dari kesadaran bersama.

Semangat Sumpah Pemuda pada akhirnya tidak hanya diukur melalui seremoni peringatan tahunan, tetapi juga melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat patriotik, kegigihan, dan empati, generasi muda Manggarai Barat memiliki kesempatan untuk memperkuat solidaritas sosial dan berkontribusi dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan.**