LABUANBAJOVOICE.COM – Generasi muda di Kabupaten Manggarai Barat diingatkan untuk mewaspadai penyebaran berita bohong, kebencian di media sosial, dan perundungan yang dapat merusak persatuan serta masa depan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Stefanus Jemsifory, saat upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2026 di MI dan MTs Insan Kamil Nggorang, 22 Oktober 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Melalui sambutan tersebut, para santri dan pelajar diajak memahami bahwa perjuangan generasi masa kini tidak lagi hanya berkaitan dengan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan, tetapi juga menghadapi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Ancaman terhadap bangsa tidak selalu datang dalam bentuk senjata dan penjajahan. Perpecahan dapat tumbuh dari berita bohong yang disebarkan tanpa diverifikasi, dari kebencian yang dipelihara di media sosial, dari perundungan di lingkungan sekolah, serta kebiasaan merendahkan orang yang berbeda pandangan,” demikian petikan sambutan Bupati yang dibacakan Stefanus.
Pesan tersebut menyoroti pentingnya membangun karakter generasi muda yang mampu menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun ketika berinteraksi di ruang digital.
Dalam sambutan itu, Bupati Manggarai Barat menegaskan bahwa nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Kesungguhan belajar, kejujuran ketika menghadapi ujian, penghormatan terhadap guru dan orang tua, keberanian menolak kekerasan, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.
“Nasionalisme harus terlihat dalam kesungguhan belajar, kejujuran saat menghadapi ujian, penghormatan kepada guru dan orang tua, keberanian menolak kekerasan, serta kepedulian terhadap sesama,” demikian isi sambutan tersebut.
Pesan ini menempatkan sekolah dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai ruang penting untuk membangun karakter, menanamkan nilai kejujuran, serta membiasakan sikap saling menghargai.
Santri dan pelajar diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga hubungan sosial.
Sambutan Bupati juga mengingatkan kembali sejarah perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Momentum Hari Santri berkaitan dengan Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, ketika Indonesia menghadapi ancaman kembalinya penjajahan setelah proklamasi kemerdekaan.
Semangat perjuangan tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang mengobarkan perlawanan rakyat, termasuk Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Sejarah tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan kecintaan terhadap tanah air dapat berjalan beriringan.
Jika generasi terdahulu mempertahankan kemerdekaan melalui keberanian dan pengorbanan, generasi sekarang dituntut melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan keteladanan.
Dalam konteks tersebut, santri dan pelajar diharapkan mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan etika serta nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pembentukan karakter.
Bupati Manggarai Barat juga mengingatkan bahwa mempertahankan tradisi tidak berarti menolak perubahan.
Sebaliknya, perkembangan zaman harus dihadapi dengan wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, dan landasan moral yang kuat.
“Pelajar dan Santri harus tetap berpegang teguh pada sanad keilmuan, adab kepada guru, dan nilai-nilai luhur di sekolah ataupun di pesantren, sekaligus mampu menguasai teknologi, memahami persoalan sosial, dan melahirkan gagasan yang bermanfaat,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Stefanus.
Pesan tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi.
Kemampuan memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menghormati perbedaan pendapat, serta menolak perundungan merupakan bentuk tanggung jawab yang dapat diterapkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Manggarai Barat diselenggarakan oleh PCNU Manggarai Barat bersama MI dan MTs Insan Kamil Nggorang di bawah naungan Yayasan Bintang Nggorang Komodo.
Staf Ahli Bupati Stefanus Jemsifory bertindak sebagai pembina upacara mewakili Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat yang berhalangan hadir.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Polres Manggarai Barat, Kodim 1630/Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, unsur organisasi keagamaan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat.
Melalui momentum ini, pemerintah mengajak para ulama, guru, orang tua, dan seluruh masyarakat mengambil bagian dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta bertanggung jawab.
Penguatan pendidikan karakter diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak mudah terprovokasi, menghormati sesama, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.**





Tinggalkan Balasan