Sepanjang Rabu, tim penyelam menyelesaikan empat sesi penyelaman di sejumlah lokasi strategis. Area yang diperiksa meliputi Perairan Batu Bolong, celah perairan antara Pulau Mawan dan Batu Bolong, perbatasan Manta Point, serta perairan antara Pulau Mawan dan Tatawa Kecil.

Namun, hingga sesi penyelaman terakhir berakhir sekitar pukul 16.00 WITA, tim belum menemukan bangkai KM Feronia maupun korban VBJ.

Kondisi arus bawah laut menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan operasi. Arus yang kuat dan berubah arah secara tiba-tiba meningkatkan risiko bagi penyelam, sementara keterbatasan jarak pandang di kedalaman tertentu menyulitkan pemeriksaan dasar laut.

“Hambatan utama di lapangan adalah kontur arus bawah laut yang sangat kuat dan sering berubah arah secara mendadak (underwater turbulence), serta jarak pandang penyelaman (visibility) yang terbatas pada kedalaman tertentu,” papar IPTU Leonardo.

Kondisi tersebut membuat pencarian membutuhkan perhitungan teknis yang cermat, terutama dalam menentukan titik penyelaman, memperhitungkan pergerakan arus, serta menjaga keselamatan seluruh personel.