LABUANBAJOVOICE.COM — Proses evakuasi truk ekspedisi Mitra Jaya yang terjun ke jurang di tanjakan ekstrem Wae Nengke, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, akhirnya berhasil dilakukan pada Kamis malam, 14 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 Wita.
Evakuasi berlangsung dramatis dan menyita perhatian pengguna Jalan Trans Flores yang melintas di kawasan tersebut. Satu unit ekskavator bersama mobil tronton dikerahkan untuk menarik badan truk dari dasar jurang menuju badan jalan.
Medan yang curam dan sempit membuat proses pengangkatan kendaraan berjalan cukup sulit. Selama proses evakuasi berlangsung, arus lalu lintas dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng maupun sebaliknya sempat lumpuh total sekitar satu jam.
Sejumlah warga dan pengendara tampak memadati lokasi untuk menyaksikan proses penarikan truk yang membutuhkan ketelitian tinggi dari operator alat berat.
Ferdin, salah seorang pelintas asal Kecamatan Mbeliling yang berada di lokasi, mengaku suasana evakuasi berlangsung menegangkan karena posisi kendaraan berada cukup dalam di jurang.
“Prosesnya sangat dramatis karena posisi mobil berada di jurang dan alat berat harus bekerja ekstra hati-hati,” ujarnya.
Kecelakaan tunggal tersebut sebelumnya terjadi di jalur ekstrem Jalan Trans Flores, tepatnya di tanjakan Wae Nengke, Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 Wita.
Truk ekspedisi roda enam bernama Mitra Jaya dengan nomor polisi G 9034 OF dilaporkan gagal menanjak saat melintasi tikungan tajam sebelum akhirnya terjun bebas ke jurang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kendaraan berwarna putih itu sedang melaju dari Labuan Bajo menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga kehilangan tenaga sehingga gagal bermanuver di tikungan tajam.
Kapolsek Lembor, Ipda Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P membenarkan insiden tersebut.
“Lakalantas di Kampung Lendo, tepatnya di tanjakan Wae Nengke,” kata Ipda Vinsen, Senin malam, 25 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi jalan yang ekstrem menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.
“Tikungan yang terlalu tajam menyebabkan mobil gagal manuver di tikungan tajam di Wae Nengke,” jelasnya.
Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, sopir truk dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut. Namun, barang muatan yang diangkut mengalami kerusakan akibat benturan keras saat kendaraan masuk ke dasar jurang.
“Dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, namun mobil serta barang yang dimuat mengalami kerusakan,” ungkap Ipda Vinsen.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Lembor langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas.
“Pihak Polsek Lembor sudah mendatangi TKP dan mengamankan lokasi kejadian,” tambahnya.
Sopir truk diketahui bernama Egidius Pagur (51), warga Watu Alo, Desa Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Ia dilaporkan selamat meski mengalami syok pascakejadian.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan di jalur Trans Flores wilayah Manggarai Barat yang dikenal rawan dan ekstrem.
Jalur dengan tanjakan curam, tikungan tajam, jalan sempit, serta kondisi licin saat hujan kerap menjadi pemicu kecelakaan, khususnya bagi kendaraan bermuatan berat.
Sebelumnya, pada Senin sore, 18 Mei 2026, sebuah truk bermuatan berat tujuan Ruteng juga mengalami kecelakaan di jalur Puncak Rangga Watu, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat.
Truk bernomor polisi EB 8369 D dilaporkan terbalik dan masuk ke parit diduga akibat kondisi jalan rusak dan bergelombang.**





Tinggalkan Balasan