LABUANBAJOVOICE.COM — Dugaan keterlibatan oknum anggota Kodim 1630/Manggarai Barat dalam kasus penikaman empat anggota Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT di Labuan Bajo menjadi perhatian publik.
Menyusul mencuatnya informasi tersebut, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1630/Manggarai Barat, Letnan Kolonel Infanteri Budiman Manurung, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman sebelum menyampaikan keterangan resmi.
Peristiwa penikaman itu terjadi di Jalan Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis dini hari, 11 Juni 2026.
Saat dikonfirmasi media, Dandim Budiman belum membenarkan maupun membantah dugaan keterlibatan oknum anggota Kodim dalam insiden berdarah tersebut.
“Sementara dari Kodim masih melaksanakan pendalaman dan pengambilan keterangan,” kata Budiman, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan bahwa klarifikasi resmi akan disampaikan setelah seluruh informasi yang diperoleh dipastikan akurat.
“Besok akan kita klarifikasi bila sudah dapat keterangan yg akurat. Biar tdk simpang siur informasinya,” ujarnya.
Berawal dari Acara Syukuran
Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Sat Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, para korban menghadiri acara pelantikan salah satu anggota Brimob di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.
“Pada pukul 20.30 Wita, misa syukur selesai dan dilanjutkan dengan acara bebas,” tutur Antonio.
Menurutnya, sekitar pukul 01.00 Wita, saat para anggota Brimob hendak meninggalkan lokasi acara, mereka berpapasan dengan tiga orang yang diduga menjadi pelaku.
“Salah seorang terduga pelaku langsung menendang salah satu anggota Brimob atas nama Bripda R,” katanya.
Melihat rekannya mendapat perlakuan tersebut, sejumlah anggota Brimob lainnya berupaya melerai agar situasi tidak semakin memanas. Namun upaya itu justru berujung pada aksi kekerasan yang lebih serius.
“Melihat Bripda R ditendang, empat rekan lainnya pun hendak melerai pertikaian. Namun, pertikaian tidak lagi terhindarkan, salah terduga pelaku lainnya langsung menikam empat anggota Brimob,” ujar Antonio.
Keempat anggota Brimob yang menjadi korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Setelah tikam, ketiga terduga pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan empat anggota Brimob kami langsung larikan ke RS Siloam,” ujarnya.
Polisi Lakukan Olah TKP
Pada Kamis pagi, aparat Polres Manggarai Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penikaman di Jalan Waemata, Desa Gorontalo.
Petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan saksi guna mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan yang menyebabkan empat anggota Brimob mengalami luka akibat senjata tajam.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung. Dugaan keterlibatan oknum anggota Kodim 1630/Manggarai Barat masih dalam proses pendalaman oleh institusi TNI maupun kepolisian.**





Tinggalkan Balasan