Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik inisiatif Camino de Flores dan melihat peluang pengembangannya di berbagai pulau di NTT.

“Kita bisa buat Camino de NTT. Jadi di Flores buat sendiri, Timor buat sendiri, Sumba buat sendiri sesuai dengan daya tarik, cerita dan keunikan masing-masing,” ujar Melki Laka Lena.

Gagasan tersebut membuka peluang pengembangan wisata tematik yang bertumpu pada identitas dan kekhasan masing-masing wilayah.

Flores dapat mengembangkan perjalanan berbasis situs religi, tradisi ziarah, dan lanskap alam. Sementara itu, Timor dan Sumba berpeluang mengembangkan pola perjalanan berdasarkan sejarah, budaya, tradisi, dan daya tarik lokal masing-masing.

Namun, pengembangan tersebut memerlukan perencanaan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek yang dikunjungi wisatawan.

Kesiapan fasilitas, akses transportasi, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap adat dan kehidupan keagamaan masyarakat juga menjadi faktor penting.