Pada kesempatan tersebut, BPOLBF memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan sejumlah model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang telah berkembang di Flores.

Promosi difokuskan pada tiga desa wisata unggulan, yakni Desa Wisata Warloka, Desa Wisata Wae Lolos, dan Dusun Rangko di Desa Tanjung Boleng.

Ketiganya dinilai berhasil mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan pengalaman wisata yang autentik bagi wisatawan.

Ketiga destinasi tersebut menjadi representasi arah pembangunan pariwisata Flores yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan manfaat ekonomi pariwisata.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi BPOLBF untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan ke berbagai wilayah Flores, tidak hanya terpusat pada kawasan Taman Nasional Komodo yang selama ini menjadi ikon utama destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur.

Perkenalkan Wajah Baru Pariwisata Flores
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan partisipasi dalam The Meru Eco Tourism Week 2026 merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.