Arus yang cukup kuat dapat berubah kecepatan maupun arahnya dan memengaruhi stabilitas kapal.
Berbeda dengan Selat Sape bagian selatan, tinggi gelombang di perairan Labuan Bajo diprakirakan relatif lebih rendah selama periode yang sama.
Pada 15 Oktober 2026, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,2–0,6 meter. Pada 16 Oktober, gelombang berada pada kisaran 0,2–0,4 meter, sedangkan pada 17 Oktober berkisar 0,3–0,4 meter.
Meski demikian, gelombang yang relatif rendah tidak serta-merta menjamin seluruh aktivitas pelayaran aman. Kondisi angin, perubahan cuaca, arus laut, serta karakteristik kapal tetap perlu diperhitungkan sebelum berlayar.
BMKG Imbau Pengguna Jasa Laut Tetap Waspada
Dalam imbauan keselamatan yang menyertai prakiraan tersebut, pengguna jasa transportasi laut, nelayan, dan operator kapal diminta tetap waspada terhadap potensi gelombang sedang serta peningkatan kecepatan angin atau gust yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Para nakhoda dan nelayan juga diingatkan untuk memperhatikan jadwal pasang surut, khususnya ketika beraktivitas di perairan kepulauan Taman Nasional Komodo yang memiliki karakteristik arus cukup kuat.





Tinggalkan Balasan