LABUANBAJOVOICE.COM — Sebanyak 610 pelari mengikuti Golo Mori Sunset Run (GMSR) 2026 di kawasan The Golo Mori, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu sore (3/10/2026).

GMSR 2026 menjadi penyelenggaraan tahun kedua yang mempertemukan pelari dari berbagai kalangan. Peserta berasal dari pelari umum, komunitas lari Labuan Bajo dan Ruteng, tamu undangan, hingga sejumlah pemangku kepentingan pariwisata.

Berbeda dari ajang lari pada umumnya, peserta GMSR berlari menjelang matahari terbenam dengan latar kawasan perbukitan dan pesisir Golo Mori.

Sejak pukul 16.00 WITA, kawasan depan Golo Mori Convention Center (GMCC) mulai dipadati peserta yang melakukan pemanasan.

Bendera start kemudian dikibarkan menjelang matahari terbenam. Para peserta menempuh rute sepanjang 5 kilometer, terdiri dari 2,5 kilometer menuju titik balik dan 2,5 kilometer kembali menuju garis finis.

Rute tersebut menyusuri jalan kawasan dan area perbukitan Golo Mori. Karakter lintasan yang memiliki tanjakan dan turunan menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari.

Namun, tantangan tersebut berpadu dengan panorama alam yang menjadi daya tarik utama Golo Mori.

Melania Gail, peserta asal Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang tergabung dalam komunitas Ruteng Runners, mengatakan tantangan lintasan terbayar setelah melihat keindahan alam dan sunset Golo Mori.

“Rutenya cukup menantang karena ada tanjakan dan turunannya. Namun, rasa lelah langsung terbayar begitu melihat pemandangan alam dan sunset Golo Mori yang sangat indah,” ujar Melania Gail.

Menurut Melania, konsep lari pada sore hari dengan latar perbukitan dan laut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan lari lainnya.

“Lari sore dengan pemandangan sebagus ini memberikan pengalaman yang luar biasa,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kondisi lintasan yang dinilainya nyaman dan aman selama perlombaan.

“Jalur lintasannya steril, pemandangannya luar biasa, dan organisasi acaranya sangat rapi,” tutupnya.

GMSR 2026 Hadirkan Fan Run dan Fan Walk

Golo Mori Sunset Run 2026 terbagi dalam dua konsep, yakni Fan Run dan Fan Walk.

Panitia menyiapkan total hadiah Rp30 juta dengan kategori Pelajar, Umum, dan Master. Masing-masing kategori dibagi menjadi juara laki-laki dan perempuan untuk peringkat pertama, kedua, dan ketiga.

General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto yang biasa disapa Aji, menjelaskan GMSR 2026 seharusnya dilaksanakan pada 22 Agustus 2026.

Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut ditunda menyusul bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores beberapa waktu sebelumnya.

“Golo Mori Sunset Run 2026 ditunda, bukan dibatalkan,” kata Aji.

Pada pelaksanaan tahun kedua ini, rute tetap dipusatkan di dalam kawasan The Golo Mori dengan titik start dan finis di depan gedung GMCC, seperti penyelenggaraan sebelumnya.

Aji menjelaskan, pemilihan waktu sore hari menjadi bagian utama konsep GMSR karena kawasan Golo Mori memiliki panorama perbukitan dan pesisir yang semakin eksotis ketika matahari mulai tenggelam.

Karena itu, peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana kawasan Golo Mori pada waktu terbaiknya.

Selain perlombaan, penyelenggara menghadirkan bazar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pertunjukan seni dan hiburan dari seniman lokal.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi warga, komunitas lari, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan pariwisata.**