LABUANBAJOVOICE.COM – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo mencatat peningkatan signifikan kedatangan wisatawan mancanegara asal Eropa ke wilayah Kabupaten Manggarai Barat menjelang puncak musim kunjungan wisata atau high season tahun 2026.

Data perlintasan internasional di Bandara Internasional Komodo menunjukkan arus wisatawan asing yang terus bergerak positif sepanjang April hingga Juni 2026.

Berdasarkan catatan perlintasan internasional, jumlah penumpang mancanegara mencapai 5.874 orang pada April 2026 dan meningkat menjadi 5.922 orang pada Mei 2026.

Sementara pada Juni 2026, hingga 10 Juni, telah tercatat 1.885 perlintasan internasional.

Meski pasar Asia masih mendominasi kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, tren kedatangan wisatawan asal Eropa menunjukkan kontribusi yang semakin kuat terhadap sektor pariwisata daerah.

Berdasarkan data perlintasan internasional, jumlah warga negara Eropa yang masuk melalui Bandara Internasional Komodo mencapai 1.082 orang pada April 2026 dan 1.024 orang pada Mei 2026.

Wisatawan asal Prancis, Inggris, dan Jerman menjadi tiga negara Eropa dengan jumlah kunjungan tertinggi.

Selain data perlintasan, peningkatan yang lebih mencolok terlihat dari laporan keberadaan orang asing melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) milik Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo.

Sejak memasuki kuartal kedua tahun 2026, total pelaporan orang asing di wilayah Kabupaten Manggarai Barat mencapai 23.977 laporan.

Rinciannya, sebanyak 9.289 laporan pada April, meningkat menjadi 11.406 laporan pada Mei, dan mencapai 3.282 laporan hanya dalam sembilan hari pertama Juni 2026.

Data tersebut menunjukkan aktivitas wisatawan asing yang semakin tinggi seiring peralihan musim dari low season menuju high season.

Pada April 2026, pelaporan orang asing didominasi warga negara Britania Raya sebanyak 572 laporan, Belanda 543 laporan, dan Jerman 537 laporan.

Memasuki Mei 2026, dominasi beralih kepada wisatawan asal Prancis dengan 971 laporan, disusul Belanda sebanyak 663 laporan dan Jerman 658 laporan.

Sementara itu, hingga 9 Juni 2026, wisatawan asal Prancis masih mendominasi dengan 247 laporan, diikuti Britania Raya sebanyak 220 laporan dan Jerman sebanyak 208 laporan.

Yang paling menonjol, jumlah wisatawan Eropa yang tercatat melalui APOA melonjak menjadi 4.457 orang pada Mei 2026 atau meningkat sekitar 26 persen dibandingkan April 2026.

Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa Labuan Bajo mulai memasuki periode kunjungan wisata tertinggi tahun ini.

Bahkan, hanya dalam sembilan hari pertama Juni 2026, sistem APOA telah merekam kedatangan sebanyak 1.307 wisatawan asal Eropa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan Eropa menunjukkan semakin kuatnya posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan Indonesia di pasar internasional.

“Data yang kami miliki menunjukkan tren kunjungan wisatawan asal Eropa terus meningkat menjelang periode high season. Ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Manggarai Barat sekaligus menunjukkan bahwa Labuan Bajo semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Eropa,” kata Charles, Jum’at (12/6/2026).

Menurut Charles, peningkatan tersebut juga mencerminkan kepercayaan wisatawan asing terhadap keamanan, kenyamanan, dan kualitas layanan keimigrasian maupun pariwisata di Labuan Bajo.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan keimigrasian yang cepat, profesional, dan humanis guna mendukung kelancaran mobilitas wisatawan internasional. Imigrasi hadir sebagai fasilitator pembangunan ekonomi melalui sektor pariwisata dengan tetap mengedepankan fungsi pengawasan terhadap keberadaan orang asing,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat pengawasan keimigrasian serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memastikan meningkatnya arus wisatawan asing tetap berjalan tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Lonjakan kunjungan wisatawan Eropa ini sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan industri pariwisata Manggarai Barat.

Dengan tren yang terus meningkat menjelang puncak musim liburan, sektor perhotelan, transportasi, usaha wisata, hingga ekonomi kreatif lokal diperkirakan akan turut merasakan dampak positif dari bertambahnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Labuan Bajo.**