Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa rombongan wisatawan tersebut tidak memiliki tiket resmi untuk memasuki kawasan konservasi TNK.
Aktivitas wisata juga dilakukan saat layanan wisata di kawasan tersebut sedang ditutup sementara.
“Jumlah wisatawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 16 (enam belas) orang wisatawan mancanegara, yang didampingi oleh pemandu wisata berinisial AJ, GF, dan YS,” terang Hendrikus.
Diketahui, para wisatawan menyeberang menuju Pulau Rinca menggunakan kapal tradisional milik warga. Berdasarkan pemeriksaan awal, rombongan hanya mengunjungi satu titik destinasi, yakni spot Wua Haju.
BTNK juga mengungkap dugaan keterlibatan seorang warga lokal berinisial HR yang disebut mengorganisasi perjalanan wisata tersebut melalui grup WhatsApp.
Aktivitas itu diduga tetap berlangsung meskipun kebijakan penutupan sementara pelayaran wisata telah diberlakukan oleh KSOP Labuan Bajo.
“Balai Taman Nasional Komodo menegaskan bahwa seluruh aktivitas wisata di dalam kawasan wajib mengikuti ketentuan zonasi, perizinan, serta mekanisme pelayanan resmi,” tegas Kepala BTNK tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan