“Langkah pertama adalah mengenali koperasi yang menjadi lokasi tugas, berkoordinasi dengan pengurus dan pemerintah desa atau kelurahan, memeriksa kesiapan sarana dan administrasi, serta memetakan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Fatinci menegaskan, setelah melakukan pemetaan awal, manajer perlu menyusun rencana bisnis yang realistis, menjajaki kemitraan dengan pemasok dan pelaku usaha lokal, serta menyiapkan sistem operasional yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap kendala dicatat secara jelas, disertai usulan solusi dan kebutuhan dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait,” tegasnya.

Ia mengingatkan, keberhasilan KDKMP tidak hanya diukur dari keberadaan badan hukum dan bangunan fisik. Koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, membuka peluang pasar bagi produk lokal, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan manfaat nyata bagi anggota.

“Untuk itu Manajer koperasi bekerja dengan target, data, dan hasil yang terukur. Setiap kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan dan setiap kemajuan harus dilaporkan secara berkala,” tegas Fatinci.