Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan destinasi, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.

“Kami berharap masyarakat lokal menjadi bagian utama dari ekosistem pariwisata ini. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi promosi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Di tengah persaingan destinasi wisata dunia, masuknya kawasan Taman Nasional Komodo dalam peringkat kedua dunia dinilai sebagai bukti kuat bahwa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

BPOLBF berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat guna menjaga kualitas destinasi serta meningkatkan daya saing internasional.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo tetap menjadi destinasi unggulan dunia yang berkelanjutan,” tutupnya.**