LABUANBAJOVOICE.COM — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat terus mengintensifkan langkah preventif guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi tertib berlalu lintas yang menyasar pelaku usaha rental kendaraan bermotor dan komunitas ojek daring di wilayah Labuan Bajo.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Kantor SATPAS Lalu Lintas Polres Manggarai Barat, Selasa sore (20/1/2026), dengan dihadiri puluhan pelaku usaha rental kendaraan serta perwakilan komunitas Gojek dan Grab.
Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., memimpin langsung jalannya kegiatan.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa disiplin berlalu lintas merupakan fondasi utama keselamatan di jalan raya, terlebih Labuan Bajo kini menjadi salah satu destinasi wisata premium Indonesia.
“Aturan lalu lintas dibuat bukan untuk membatasi, melainkan untuk membangun budaya disiplin guna melindungi hak dan kewajiban setiap pengguna jalan. Kami terus mengedukasi masyarakat agar kesadaran mandiri tumbuh, sehingga potensi kecelakaan akibat kelalaian atau pelanggaran dapat diminimalisir,” kata AKP Parta.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kecelakaan tidak hanya bergantung pada penindakan hukum, tetapi juga pada tingkat kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Supartha juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan wisatawan mancanegara (WNA) yang mengemudi kendaraan di Labuan Bajo.
Ia menegaskan bahwa setiap WNA wajib tunduk pada hukum Indonesia, termasuk kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) internasional.
“Kami meminta penyedia rental untuk proaktif memberikan edukasi kepada penyewa WNA sebelum melepaskan kendaraan guna menghindari risiko hukum dan kecelakaan di jalan,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas wisatawan asing di Labuan Bajo yang berpotensi meningkatkan risiko pelanggaran lalu lintas jika tidak diimbangi dengan pemahaman aturan hukum setempat.
Senada dengan pihak kepolisian, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Manggarai Barat, Rola Jalesi, ST, menyoroti pentingnya etika berkendara di kawasan wisata yang kini menjadi wajah Indonesia di mata dunia.
“Labuan Bajo adalah wajah Indonesia di mata dunia. Tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab kolektif. Kami tidak akan segan mengambil tindakan administratif, mulai dari teguran hingga penderekan bagi kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan atau tikungan,” tegas Rola.
Ia menambahkan, pengemudi diharapkan bersikap sopan, tidak ugal-ugalan, serta mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan wisatawan demi menciptakan citra positif destinasi pariwisata nasional.
Imigrasi dan Jasa Raharja Perkuat Sinergi
Sinergi lintas sektoral dalam kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran Kantor Imigrasi Kasubsi Penindakan Kelas II TPI Labuan Bajo, Muhammad Hafzi Himawan, serta Penanggung Jawab Jasa Raharja Labuan Bajo, Johanes, SH.
Dari sisi keimigrasian, Hafzi mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika ditemukan WNA yang melanggar aturan perundang-undangan.
“Dukungan dan informasi dari masyarakat sangat kami harapkan guna menindak tegas setiap pelanggaran aturan perundang-undangan oleh WNA di negara kita,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Jasa Raharja memastikan komitmen dalam memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan lalu lintas melalui santunan biaya pengobatan dan santunan kematian, dengan catatan adanya Laporan Polisi yang sah.
Johanes, S.H. juga mengingatkan para pengusaha rental agar segera memutasikan kendaraan yang beroperasi di Labuan Bajo namun masih menggunakan pelat nomor luar daerah.
“Guna mendukung ketertiban administrasi, diharapkan para pengusaha rental dan masyarakat yang memiliki kendaraan luar daerah untuk segera melakukan proses mutasi ke wilayah tempat kendaraan tersebut beroperasi,” tuturnya.
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan Operasi Ketupat 2026, yang setiap tahunnya digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri.
Dengan meningkatnya aktivitas pariwisata serta mobilitas masyarakat menjelang hari raya, potensi kerawanan lalu lintas di Labuan Bajo diprediksi akan meningkat.
Oleh karena itu, langkah preventif melalui edukasi dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan semata-mata mengandalkan penindakan.
Kegiatan berjalan tertib dan lancar, serta mendapat respons positif dari peserta, khususnya pelaku usaha rental dan pengemudi ojek daring yang berperan langsung dalam lalu lintas harian di kawasan wisata.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Labuan Bajo dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga lokal maupun wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Ke depan, sinergi lintas sektor antara kepolisian, Dishub, Imigrasi, Jasa Raharja, pelaku usaha, dan masyarakat luas menjadi kunci utama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di destinasi super prioritas ini.**





Tinggalkan Balasan