Meski optimistis, Yono tidak menutup mata terhadap tantangan klasik sepak bola daerah, terutama soal pendanaan dan infrastruktur.
Ia menyebut kebutuhan anggaran minimal ratusan juta rupiah untuk menyelenggarakan kompetisi secara ideal.
“Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan, biaya operasional sering kali menjadi kendala. Namun semangat membina anak-anak daerah tidak boleh padam,” tegasnya.
Melalui Kongres Biasa 2026, PSSI Manggarai Barat menegaskan komitmen membangun ekosistem sepak bola yang sehat, berjenjang, dan berkelanjutan, dengan harapan melahirkan pemain-pemain potensial yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.**
Halaman





Tinggalkan Balasan