Pemprov NTB bersama ITDC menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial.

Pendekatan terpadu yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun ketangguhan kawasan terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketangguhan kawasan harus dibangun bersama. Ini bukan soal saling menyalahkan, melainkan komitmen kolektif untuk menjaga Mandalika agar tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan,” demikian disampaikan Dr. Aka.

Peristiwa banjir Mandalika membuka fakta penting bahwa keberhasilan kawasan pariwisata kelas dunia tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur megah, tetapi juga oleh konsistensi tata kelola lingkungan lintas wilayah.

Tanpa pengendalian hulu yang disiplin dan kolaborasi antarsektor, kawasan hilir akan terus menanggung risiko ekologis.

Momentum ini semestinya menjadi titik balik untuk memastikan pembangunan pariwisata berjalan seiring dengan ketahanan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim.**