LABUANBAJOVOICE.COM — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi melaunching penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk periode Oktober dan November 2025.

Peluncuran program bantuan tersebut berlangsung pada Senin (8/12/2025) dan dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas KPP Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, dalam keterangannya kepada media.

Program ini menjadi salah satu intervensi strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan warga, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjamin menjelang akhir tahun.

Kadis KPP Mabar, Fatinci Reynilda, menyampaikan bahwa bantuan pangan tersebut mencakup dua jenis komoditas, yakni beras dan minyak goreng, dengan total penerima mencapai 32.661 PBP (Penerima Bantuan Pangan).

“Penerima Bantuan Pangan Beras dan Migor (minyak goreng) alokasi Oktober – November sebanyak 32.661 PBP,” ujar Kadis Fatinci.

Berdasarkan perhitungan resmi, penyaluran bantuan menghasilkan total distribusi sebagai berikut:

  • Beras: 32.661 PBP × 20 kg = 653.220 kg atau 653,22 ton;
  • Minyak goreng: 32.661 PBP × 4 liter = 140.644 liter

Fatinci menegaskan bahwa data penerima bantuan tersebut tersebar di 169 desa/kelurahan, seluruhnya ditetapkan berdasarkan DTSEN sebagai sumber data resmi pemerintah.

Menurutnya, meski penyaluran telah dimulai, namun distribusi minyak goreng masih ada yang tertunda tiga kontainer.

Fatinci menyebutkan bahwa pihaknya menunggu kedatangan tiga kontainer minyak goreng yang kini masih dalam perjalanan. Sementara, empat kontainer lainnya telah dibagikan bersamaan dengan beras hari ini.

“Dari 7 kontainer minyak goreng, yang baru masuk 4 kontainer. Ini yang saat ini disalurkan bersama-sama dengan beras, dan sisanya 3 kontainer minyak goreng masih dalam perjalanan akan disalurkan menyusul bersama-sama beras dan minyak goreng setelah 3 kontainer minyak gorengnya tiba di labuan bajo,” ujarnya.

Karena itu, penyaluran dilakukan bertahap, dengan beras dan minyak goreng empat kontainer sebagai komoditas pertama yang dibagikan kepada masyarakat.

Untuk memudahkan proses penyaluran dan efisiensi waktu, bantuan pangan periode Oktober-November dibagikan sekaligus. Setiap kepala keluarga menerima paket komoditas lengkap untuk dua bulan.

Fatinci menjelaskan, pembagian mencakup beras 10 kg + 2 liter minyak goreng per bulan, sehingga penerima mendapatkan total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan.

Penyaluran tetap dihitung per Kepala Keluarga (KK). “Betul per KK per bulan, jadi untuk 2 bulan dikalikan 2,” terangnya.

Dalam keterangannya, Kadis Fatinci menekankan pentingnya dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa agar proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

Ia meminta keluarga penerima manfaat segera mengambil bantuan sesuai jadwal yang ditentukan.

“Harapannya, agar seluruh masyarakat dan pemerintah desa mendukung dan melancarkan pelaksanaan penyaluran program bantuan pangan ini kepada keluarga penerima manfaat agar dapat mengambil bantuan ini di lokasi kantor desa kurang dari 5 hari dengan membawa KTP atau KK,” tutupnya.

Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi kenaikan harga pangan, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, dan memastikan seluruh warga rentan tetap terlindungi menjelang akhir tahun dan memasuki masa liburan Nataru.**