Selain itu, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka, pemerintah telah menyediakan fasilitas modern berupa landfill, excavator, hanggar alat berat, dua unit incinerator, serta alat berat pendukung lainnya.
Tak hanya di hilir, penguatan juga dilakukan di tingkat pengumpulan melalui pembangunan 12 Tempat Penampungan Sementara (TPS), 3 TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang tersebar di pasar, pelabuhan, bandara, hingga kawasan strategis seperti PDU Labuan Bajo, IWP Wae Kelambu, dan KSU Sampah Komodo.
Berdasarkan hasil analisis DLHKP, sumber sampah terbesar di Labuan Bajo berasal dari rumah tangga sebesar 45 persen, sektor komersial sebesar 25 persen, sektor pariwisata sebesar 15 persen, dan sisanya dari perkantoran dan fasilitas umum.
Dari sisi jenis, sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 55 persen atau sekitar 80,81 ton per hari, sampah plastik sebesar 25 persen atau sekitar 36,37 ton per hari, dan diikuti jenis lain seperti kertas, logam, dan residu.
Komposisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis pemilahan dari sumber menjadi kunci penting dalam menekan beban TPA.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan