Memasuki Maret 2026, operasional kawasan wisata mulai kembali normal. Namun pemulihan sektor pariwisata belum sepenuhnya terjadi karena masih adanya gangguan mobilitas wisatawan internasional.
Kadis Stefanus menegaskan bahwa Labuan Bajo merupakan bagian dari jaringan destinasi wisata global yang saling terintegrasi. Wisatawan umumnya mengunjungi beberapa negara dalam satu rangkaian perjalanan.
“Wisatawan mancanegara biasanya tidak hanya datang ke satu destinasi. Mereka punya paket perjalanan yang mencakup beberapa negara, seperti Singapura, Bali, hingga Labuan Bajo. Jika satu jalur terganggu, maka seluruh rangkaian perjalanan ikut terdampak,” ujarnya.
Ia berharap konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir agar stabilitas perjalanan internasional kembali pulih dan sektor pariwisata di Manggarai Barat bisa bangkit kembali.
“Kami tentu berharap situasi ini segera membaik. Ketika konektivitas global pulih, maka kunjungan wisatawan juga akan kembali meningkat,” tutupnya.**






Tinggalkan Balasan