LABUANBAJOVOICE.COM – Dua bangunan usaha milik warga berupa kios barang dan tempat usaha fotokopi dilalap si jago merah di depan gerbang SMK Negeri 1 Komodo, Labuan Bajo, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat malam (9/1/2026) sekitar pukul 22.35 Wita.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, kepada media menjelaskan bahwa kebakaran tersebut menghanguskan dua unit bangunan milik warga, masing-masing kios barang milik Wilhemus Jepapu dan tempat usaha fotokopi milik Grans.
“Sumber api, kios milik Bapak Wilhemus Jepapu,” ujar Kasat Pol PP Manggarai Barat, Yeremias Ontong, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Yeremias, bangunan yang terbakar terdiri dari 1 unit kios barang dan 1 unit tempat usaha fotokopi. Dari hasil penanganan awal di lokasi, api diduga berasal dari arus pendek listrik pada salah satu kios.
“Satu orang korban luka ringan dan dirawat di Puskesmas Labuan Bajo. Api diduga berasal dari arus pendek listrik salah satu kios,” ujarnya.
Proses pemadaman melibatkan sekitar 20 personel gabungan, terdiri dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP, serta dibantu anggota Polres Manggarai Barat dan Brimob. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.30 Wita.
Untuk mendukung operasi pemadaman, sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) dikerahkan, antara lain 1 unit Mobil Damkar, 1 unit Mobil Suplay, 1 unit Tangki air dari PDAM, 1 unit Tangki air dari BPBD, 1 unit Water Cannon Brimob, dan 1 unit Water Cannon Polres Manggarai Barat.
Hingga berita ini diturunkan, nilai kerugian material belum dapat dipastikan. Meski demikian, peristiwa ini menjadi peringatan serius terkait keamanan instalasi listrik pada bangunan usaha di kawasan padat aktivitas, khususnya di sekitar fasilitas pendidikan.
Kasat Pol PP Manggarai Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa, terutama melalui pemeriksaan berkala instalasi listrik.
“Pastikan instalasi listrik di rumah diperiksa secara berkala oleh ahli. Hindari penggunaan kabel yang terkelupas atau stopkontak yang kelebihan beban,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyimpanan bahan mudah terbakar secara aman dan jauh dari sumber api atau panas.
“Jangan pernah meninggalkan kompor menyala, lilin, atau peralatan pemanas lainnya tanpa pengawasan. Pastikan semua sumber api padam sebelum meninggalkan ruangan atau tidur,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan keselamatan saat memasak, termasuk menghindari penggunaan pakaian longgar yang mudah tersambar api.
Penerapan langkah-langkah pencegahan tersebut dinilai dapat secara signifikan mengurangi risiko kebakaran dan melindungi keselamatan keluarga serta harta benda.**






Tinggalkan Balasan