LABUANBAJOVOICE.COM — Penguatan sumber daya manusia (SDM) ditegaskan sebagai faktor utama dalam mendorong pariwisata berkualitas di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifory, merespons pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Pramuwisata yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Manggarai Barat.
Menurut Stefanus, kemajuan sektor pariwisata tidak cukup hanya bertumpu pada daya tarik destinasi, tetapi harus diimbangi dengan kualitas SDM yang terlibat di dalamnya.
“Pariwisata Labuan Bajo harus ditopang oleh SDM yang profesional, berkompeten, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan, pramuwisata memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan destinasi, budaya, serta kearifan lokal kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Pramuwisata adalah garda terdepan dalam industri pariwisata. Mereka bukan hanya pemandu perjalanan, tetapi juga duta yang memperkenalkan budaya, alam, dan nilai-nilai lokal kepada wisatawan,” ujar Stefanus.
Dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahun, keberadaan pramuwisata yang terlatih dinilai penting untuk menghadirkan pengalaman wisata yang aman, informatif, dan berkesan bagi setiap pengunjung.
HPI Manggarai Barat menggelar Diklat Dasar Pramuwisata 2026 selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 224 calon anggota pramuwisata dan diselenggarakan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Ketua DPC HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menjadi representasi pariwisata Labuan Bajo di tingkat global.
Dalam pelatihan tersebut, kata dia, peserta dibekali berbagai materi dasar profesi pramuwisata, mulai dari pengetahuan destinasi, teknik guiding, komunikasi lintas budaya, pelayanan wisatawan, hingga etika profesi dan konsep pariwisata berkelanjutan.
Aloysius menambahkan, peningkatan kualitas SDM merupakan syarat mutlak agar sektor pariwisata mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan global.
“Destinasi yang indah saja tidak cukup. Pariwisata yang berkualitas harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional. Karena itu Diklat Dasar ini menjadi fondasi penting bagi para calon pramuwisata,” katanya.
Melalui kegiatan ini, DPC HPI Manggarai Barat (Mabar) berharap para peserta mampu menjadi pramuwisata yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga citra dan keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan