Ia menjelaskan, ITDC ingin menghadirkan The Nusa Dua yang lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pariwisata modern, namun tetap berakar kuat pada budaya Bali dan nilai-nilai lokal yang telah melekat sejak awal pengembangan kawasan.
Peremajaan kawasan mencakup peningkatan infrastruktur sebagai aspek utama dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan dan mendukung operasional kawasan.
ITDC melakukan overlay jalan sepanjang 3,7 kilometer sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur inti guna memperkuat daya dukung kawasan terhadap aktivitas pariwisata.
Selain itu, jalur pedestrian sepanjang 7,5 kilometer juga diremajakan melalui penataan sistem pencahayaan kawasan, terutama pada titik-titik yang sebelumnya belum memperoleh penerangan optimal.
Dengan pembaruan ini, jalur pejalan kaki kini tampil lebih terang, aman, dan ramah bagi wisatawan, khususnya pada malam hari.
Penataan juga dilakukan pada akses menuju Peninsula Island agar lebih teratur dan representatif.
Di sisi pengelolaan lingkungan, ITDC mengembangkan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan luasan hingga 5.000 meter persegi, sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen lingkungan modern dan berkelanjutan di The Nusa Dua.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan