Seluruh tenant komersial atau 100 persen di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Keterlibatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang terbentuk selama festival.

Di sisi lain, kehadiran ratusan pelaku seni budaya memperkuat fungsi Festival Golo Koe sebagai ruang untuk menampilkan tradisi dan kekayaan budaya masyarakat Manggarai.

Festival Golo Koe merupakan salah satu agenda dalam Karisma Event Nusantara (KEN), yang mengangkat kekayaan budaya, tradisi, dan religiusitas masyarakat Manggarai sebagai daya tarik pariwisata.

Pada 2026, festival semula direncanakan berlangsung selama enam hari, yakni 10–15 Agustus. Namun, pelaksanaannya disesuaikan menjadi lima hari setelah puncak acara yang dijadwalkan pada 15 Agustus dibatalkan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

Meski berlangsung dengan penyesuaian, festival tersebut tetap mencatatkan capaian ekonomi dan partisipasi masyarakat.