Pengunjung tercatat memiliki rata-rata masa tinggal selama 5,62 hari. Aktivitas kunjungan tersebut turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional sebesar Rp22,95 miliar dan perputaran ekonomi NTT sebesar Rp18,01 miliar.

Dari sisi kontribusi terhadap perekonomian, festival ini menghasilkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp11,77 miliar. Sementara itu, kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT tercatat sebesar Rp9,04 miliar.

Hasil survei persepsi multipihak juga menempatkan pengelolaan dampak ekonomi Festival Golo Koe 2026 dalam kategori sangat baik, dengan skor 4,724 dari skala maksimal 5.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa festival budaya berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi melalui transaksi dan kebutuhan pengunjung selama berada di destinasi. Namun, besarnya manfaat bagi masyarakat juga berkaitan dengan sejauh mana aktivitas ekonomi tersebut menjangkau pelaku usaha lokal.

Dari aspek sosial budaya, Festival Golo Koe 2026 melibatkan 375 tenaga kerja lokal dan 883 pelaku seni budaya. Selain itu, sebanyak 173 unit tenant komersial berpartisipasi dalam festival tersebut.