LABUANBAJOVOICE.COM β Kepala Desa (Kades) Golo Mori terpilih, Sukarman, mengajak seluruh masyarakat kembali bersatu setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 29 September 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Sukarman dalam acara doa syukuran atas kemenangannya sebagai calon kepala desa nomor urut 1.
Kegiatan itu dihadiri ratusan masyarakat dan tim pemenangan, Kepala Desa Golo Mori Samaila, panitia Pilkades Golo Mori serta sejumlah tokoh adat.
Tokoh adat yang hadir antara lain Tua Golo Ngoer, Tua Golo Lenteng, Tua Golo Jarak, Tua Golo Lo’ok, dan Tua Golo Compang.
Dalam sambutannya, Sukarman menegaskan bahwa kemenangan dalam Pilkades bukan hanya milik dirinya maupun kelompok pendukungnya, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Desa Golo Mori.
βDan tentu kemenangan itu kemenangan kita bersama,β kata Sukarman di hadapan masyarakat yang hadir, Sabtu (10/10/2026).
Ia mengingatkan bahwa kontestasi politik tingkat desa telah selesai. Karena itu, perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mempertahankan sekat-sekat politik yang berpotensi mengganggu hubungan kekeluargaan.
Menurut Sukarman, seluruh masyarakat harus kembali melihat Golo Mori sebagai rumah bersama yang perlu dijaga melalui persatuan, komitmen, dan semangat gotong royong.
βHarapannya tidak ada lagi sekat-sekat atau nomor 01, 02, 03, 04 lagi. Yang ada adalah kita semua masyarakat Golo Mori,β ujarnya.
Sukarman menekankan bahwa masyarakat yang sebelumnya memberikan dukungan kepada empat kandidat harus kembali membangun komunikasi dan bekerja bersama demi kemajuan desa.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh 493 suara dalam Pilkades tersebut. Namun, setelah ditetapkan sebagai pemenang, tanggung jawabnya bukan hanya kepada para pemilih, melainkan kepada seluruh warga Desa Golo Mori.
βSetelah tanggal 29 ini, secara prinsip bahwa saya Kepala Desa Golo Mori dan saya sekarang adalah milik warga Desa Golo Mori, bukan lagi nomor urut kemenangan,β ungkapnya.
Sukarman menilai persatuan dan kekeluargaan merupakan modal penting dalam menjalankan pemerintahan desa.
Ia mengingatkan bahwa hubungan antarmasyarakat tidak seharusnya rusak hanya karena perbedaan pilihan politik.
Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk membuka ruang dialog bersama semua golongan yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Golo Mori.
Menurutnya, berbagai persoalan desa perlu diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan mufakat agar keputusan yang diambil dapat diterima bersama.
βSaya berkomitmen untuk selalu mendiskusikan terhadap semua golongan ini ke depannya. Apapun bentuk persoalan harus diselesaikan lewat musyawarah mufakat,β katanya.
Sukarman juga mengajak para pendukungnya menyampaikan kepada keluarga dan tetangga bahwa tahapan persaingan politik telah berlalu. Kini, seluruh masyarakat diharapkan bergandengan tangan untuk mendukung pembangunan desa.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang kepala desa tidak cukup diukur dari kemenangan dalam pemilihan, tetapi dari kemampuan menghadirkan kebijakan dan program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
βKemenangan sejati adalah bagaimana mendesain semua kebijakan-kebijakan di Desa Golo Mori yang kita bisa rasakan,β tegasnya.
Sukarman berharap momentum Pilkades 2026 menjadi awal untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menemukan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.
Baginya, amanah sebagai kepala desa terpilih harus dijalankan dengan menjaga persatuan, merawat hal-hal baik yang telah diwariskan pemimpin sebelumnya, serta memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat meninggalkan perbedaan politik dan bersama-sama membangun Desa Golo Mori agar semakin maju.**





Tinggalkan Balasan