Faktor lain yang signifikan adalah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi selama periode Januari hingga Maret, yang masih berada dalam musim hujan.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas wisata di Labuan Bajo yang didominasi wisata bahari di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

“Periode ini umumnya masih berada dalam musim hujan, sehingga potensi terjadinya cuaca ekstrem cukup tinggi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas wisata, khususnya wisata bahari yang menjadi daya tarik utama Labuan Bajo,” jelasnya.

Cuaca yang tidak bersahabat, lanjut Andy, juga memengaruhi aspek keselamatan pelayaran, termasuk izin berlayarnya kapal wisata.

“Cuaca yang tidak bersahabat dapat memengaruhi perizinan pelayaran kapal wisata, sehingga membatasi mobilitas wisatawan dan pada akhirnya turut menurunkan jumlah kunjungan.” ungkapnya.

Penurunan kunjungan pada awal tahun ini menjadi catatan penting bagi pengelola pariwisata untuk memperkuat strategi mitigasi, termasuk diversifikasi produk wisata yang tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.