LABUANBAJOVOICE.COM — Sebanyak 224 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pramuwisata yang diselenggarakan oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat mengikuti kegiatan field trip kategori city tour di kawasan Labuan Bajo, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan ini menjadi puncak praktik lapangan dalam rangkaian diklat yang berlangsung sejak 16 hingga 18 Maret 2026.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menjelaskan bahwa field trip ini dirancang untuk menguji sekaligus mengasah keterampilan peserta dalam kepemanduan wisata secara langsung di lapangan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik lapangan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik kepemanduan secara profesional di destinasi wisata,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam praktik tersebut, peserta mengunjungi dua destinasi unggulan di Labuan Bajo, yakni Gua Batu Cermin dan Puncak Waringin. Kedua lokasi ini dipilih sebagai representasi kekayaan alam serta panorama kota yang menjadi daya tarik utama pariwisata Manggarai Barat.
Sebanyak 224 peserta dibagi ke dalam delapan kelompok, masing-masing terdiri dari sekitar 30 orang. Setiap kelompok dipandu oleh instruktur pramuwisata senior yang berperan sebagai mentor sekaligus evaluator selama kegiatan berlangsung.
Para peserta menjalani tiga tahapan utama dalam standar kepemanduan wisata. Pada tahap pre-tour, peserta mempersiapkan seluruh aspek teknis seperti dokumen perjalanan, itinerary, kesiapan transportasi, hingga koordinasi dengan pengelola destinasi. Tahapan ini bertujuan memastikan kelancaran operasional tur.
Memasuki tahap on-tour, peserta mempraktikkan secara langsung pelayanan kepemanduan, mulai dari penyampaian informasi kepada wisatawan, pengelolaan kelompok, hingga penanganan kendala di lapangan. Fokusnya adalah menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan.
Sementara itu, pada tahap post-tour, peserta diarahkan untuk melakukan evaluasi dan penyusunan laporan perjalanan. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pramuwisata secara berkelanjutan.
Aloysius menegaskan bahwa sesi role play di akhir kegiatan menjadi momentum penting bagi peserta untuk menguji kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.
“Melalui role play, peserta bisa langsung mempraktikkan peran sebagai pramuwisata, sehingga mereka lebih siap menghadapi wisatawan secara nyata,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini mampu mencetak pramuwisata yang kompeten dan siap bersaing di industri pariwisata, khususnya di Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi super prioritas nasional.
“Kami ingin melahirkan pramuwisata yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktik dan etika pelayanan yang baik,” ujarnya.
Sebelumnya, DPC HPI Manggarai Barat membuka pendaftaran diklat pada 24–26 Februari 2026 dengan jumlah pendaftar mencapai 232 orang, terdiri dari 221 laki-laki dan 11 perempuan.
Setelah melalui proses verifikasi berkas pada 27–28 Februari 2026, sebanyak 224 peserta dinyatakan lolos, sementara delapan lainnya tidak memenuhi syarat.
Dari sisi latar belakang pendidikan, peserta didominasi lulusan SMK sebanyak 102 orang, disusul SMA 48 orang, sarjana 63 orang, dan diploma 11 orang.
Kemampuan bahasa peserta juga beragam, dengan mayoritas menguasai bahasa Inggris sebanyak 214 orang, serta bahasa asing lainnya seperti Mandarin, Jepang, Prancis, Spanyol, dan Jerman.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata di Manggarai Barat, sekaligus mendukung penguatan layanan wisata di Labuan Bajo yang terus berkembang sebagai destinasi unggulan Indonesia.**





Tinggalkan Balasan