LABUANBAJOVOICE.COM — Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Barat sejak akhir tahun 2025 hingga awal 2026.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, dengan tiga rumah warga di Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbeliling dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak sedang hingga rusak parah.
Peristiwa bencana alam tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat.
Secara gotong royong, jajaran Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga korban yang rumahnya rusak akibat diterpa angin kencang.
Kegiatan peninjauan dan penyerahan bantuan tersebut melibatkan langsung Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Yoanes Kardinto, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang.
Kemudian turut hadir juga Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Labuan Bajo Letkol Laut (P) Ardian Widjanarko Djajasaputra, Danramil 1630-01/Komodo Kapten Inf Gede Budi Ardana, serta Danpos AU Labuan Bajo Letda Sus Aziz Nugroho.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup serius adalah milik Yosep Baung, warga RT/RW 001/001, Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Atap rumahnya rusak setelah diterjang angin kencang pada Senin siang (12/01/2026).
Selain itu, jajaran Forkopimda juga meninjau rumah milik Agustinus Mbaut dan Yohanes B. Saleman, warga RT/RW 002/002, Dusun Bontang, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo.
Kedua rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap akibat angin kencang yang terjadi pada hari yang sama.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan sosial diserahkan secara bergantian oleh unsur Forkopimda kepada masing-masing keluarga terdampak.
Bantuan yang diberikan bersifat darurat dan menyentuh kebutuhan utama warga, di antaranya 40 lembar atap seng, paku seng, beras 50 kilogram, makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung atau terpal, selimut, perlengkapan dapur (kid ware), kasur lipat, serta family kit.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam kesempatan tersebut, Selasa (13/1/2026), mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi alam di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai setiap perubahan kondisi alam di tengah cuaca yang sedang tidak menentu dan mewaspadai berbagai kemungkinan buruk seperti angin kencang, gempa bumi, dan tanah longsor,” ujar Bupati Endi.
Ia juga menginstruksikan secara khusus kepada Kepala Desa Watu Nggelek dan Kepala Desa Tondong Belang agar segera menggerakkan warga melakukan gotong royong untuk mempercepat perbaikan dan pembangunan bagian-bagian rumah yang mengalami kerusakan.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mitigasi bencana. Ia meminta para kepala desa untuk aktif memantau kondisi wilayah masing-masing.
Wabup Yulianus menegaskan agar setiap potensi bencana alam segera dilaporkan kepada pemerintah daerah sehingga dapat ditangani secara cepat dan tepat guna meminimalisasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
Langkah cepat Forkopimda Manggarai Barat ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana alam.
Ke depan, pemerintah daerah berharap kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antarinstansi terus diperkuat, mengingat kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Manggarai Barat pada awal tahun 2026.**






Tinggalkan Balasan