Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Mari Elka Pangestu, seluruh peserta, panitia, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Kehadiran peserta dari beragam latar belakang, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Flores sekaligus membangun jejaring yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Camino de Flores Etape Tengah berlangsung selama empat hari. Pada hari terakhir, Senin, 26 Oktober 2026, peserta melanjutkan perjalanan menuju Puncak Danau Kelimutu dan Desa Wisata Waturaka, Kabupaten Ende, dengan jarak tempuh sekitar 13 kilometer.

Desa Wisata Waturaka menjadi titik akhir perjalanan berjalan kaki dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan, para peserta menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer melintasi sejumlah wilayah di Pulau Flores. Perjalanan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengenal kehidupan lokal, serta menyaksikan keindahan alam dan kekayaan budaya daerah.