“Kalau di kampung-kampung itu kita harus memberikan kesempatan kepada para pengusaha UMKM,” ujarnya.
Ia juga mengajak Indomaret untuk tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis, tetapi turut berkontribusi dalam membangun kapasitas pelaku UMKM lokal.
“Dan kami ajak Indomaret harus ambil bagian bagaimana membimbing dan memberikan edukasi kepada para pengusaha UMKM,” lanjut Bupati Endi.
Bupati Endi menilai, jika ritel besar seperti Indomaret harus bersaing langsung dengan UMKM di kampung, maka akan tercipta kesenjangan ekonomi yang tajam. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan iklim investasi di daerah.
“Dengan demikian tidak terjadi gap atau gini ratio antara sekelompok masyarakat dan mayoritas itu gapnya sangat tinggi, karena jika gap-nya tinggi maka stabilitas tidak bisa terkendali, jika demikian maka orang tidak punya kenyamanan untuk berinvestasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, pemerintah daerah memilih kebijakan penataan lokasi ritel modern sebagai langkah preventif untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan