Sementara itu, di Selat Sape bagian utara, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,6–1,4 meter pada 10 Oktober, meningkat menjadi 0,7–1,5 meter pada 11 Oktober, kemudian berada pada kisaran 0,9–1,3 meter pada 12 Oktober 2026.
Perbedaan kondisi gelombang tersebut menunjukkan bahwa pengguna transportasi laut perlu memperhatikan prakiraan untuk wilayah perairan yang menjadi tujuan perjalanan, bukan hanya kondisi di sekitar pelabuhan keberangkatan.
BMKG mengimbau pengguna jasa transportasi laut, nelayan, dan operator kapal untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang sedang serta peningkatan kecepatan angin atau gust yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain memperhatikan tinggi gelombang, nakhoda kapal juga diminta mencermati jadwal pasang surut, khususnya ketika melintasi perairan kepulauan Taman Nasional Komodo yang memiliki karakteristik arus cukup kuat.
Informasi cuaca maritim perlu diperiksa secara berkala sebelum keberangkatan dan selama merencanakan aktivitas di laut.
Operator kapal juga perlu mempertimbangkan kondisi aktual, kemampuan kapal, serta keselamatan penumpang dan awak sebelum memutuskan untuk berlayar.**





Tinggalkan Balasan