Sementara Rabu (25/3), kembali tidak ada penerbangan internasional, dengan 1.369 penumpang domestik.
Menurut Andy, tren ini memperlihatkan bahwa pasar domestik masih menjadi penopang utama kunjungan ke destinasi super prioritas tersebut, khususnya pada momentum libur nasional seperti Lebaran.
“Arus balik Lebaran ini menunjukkan pergerakan wisatawan domestik masih menjadi tulang punggung kunjungan ke Labuan Bajo. Namun, kami juga melihat peluang peningkatan dari pasar internasional jika konektivitas penerbangan ditambah,” katanya.
Dengan tren tersebut, penguatan konektivitas udara, khususnya rute internasional, menjadi pekerjaan rumah bagi pemangku kepentingan.
Tanpa dukungan penerbangan yang stabil, upaya mendorong Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia dinilai akan berjalan lebih lambat.**






Tinggalkan Balasan