LABUANBAJOVOICE.COM — Perjalanan ziarah berjalan kaki Camino de Flores Etape Tengah yang melintasi Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi berakhir pada Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu ikon wisata religi di Pulau Flores.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi penyelenggaraan Camino de Flores yang memadukan perjalanan spiritual, wisata alam, sejarah, dan budaya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang melalui kolaborasi pemerintah, gereja, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak terkait.

“Beberapa waktu lalu, kegiatan ini diluncurkan di Kementerian Pariwisata dan mendapat perhatian sebagai salah satu program percontohan untuk pengembangan wisata religi di Tanah Air.” ujar Melki Laka Lena, Rabu (28/10/2026).

Menurut Melki, Camino de Flores berpeluang menjadi salah satu kekhasan pariwisata NTT, khususnya Flores. Selain memperkenalkan destinasi wisata, kegiatan ini membuka kesempatan bagi masyarakat setempat untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya perhatian terhadap potensi pariwisata daerah.