LABUANBAJOVOICE.COM – Meningkatnya aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa konsekuensi serius terhadap aspek keselamatan di laut.
Lonjakan jumlah wisatawan yang menjadikan laut sebagai destinasi utama secara langsung meningkatkan potensi risiko kecelakaan, khususnya pada aktivitas menyelam dan snorkeling.
Menyikapi situasi tersebut, Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) meluncurkan program ‘P3KOM Got Talent’ sebagai langkah preventif dan strategis untuk menekan risiko kecelakaan laut melalui pembentukan penyelam profesional yang terlatih dan berstandar internasional.
Ketua P3KOM, Marselinus Betong, menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan wisata bahari harus diimbangi dengan kehadiran sumber daya manusia yang memahami prosedur keselamatan secara ketat dan profesional.
Ia mengungkapkan, sekitar 90 persen wisatawan yang datang ke Labuan Bajo saat ini beraktivitas di laut, mulai dari snorkeling, diving, hingga wisata kapal.
Kondisi ini, kata dia, menjadikan keselamatan sebagai isu krusial yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
“Laut itu indah, tapi juga berisiko. Karena itu penyelam tidak bisa hanya bermodal berani. Harus paham standar keselamatan, teknik penyelaman, dan penanganan darurat,” kata Marselinus, Jum’at (9/1/2026).
Menurutnya, berbagai insiden laut yang kerap terjadi di kawasan wisata bahari umumnya dipicu oleh minimnya tenaga pendamping yang benar-benar memiliki kompetensi menyelam sesuai standar internasional.
Ketidaksiapan SDM ini, kata dia, menjadi celah besar yang berpotensi mengancam keselamatan wisatawan maupun pelaku wisata itu sendiri.
Program P3KOM Got Talent, lanjut Marselinus, dirancang untuk menutup celah tersebut dengan membangun budaya keselamatan sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda Labuan Bajo.
“Program ini bukan ajang cari bakat semata. Ini soal membangun kesadaran bahwa keselamatan adalah fondasi utama wisata bahari,” ujarnya.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa Politeknik Elbajo mengikuti program ini.
Mereka diwajibkan melewati tahapan seleksi fisik ketat, termasuk tes renang sejauh 200 meter, uji ketahanan tubuh, serta pemeriksaan kemampuan dasar sebelum memasuki tahap pembelajaran.
Setelah lolos seleksi awal, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik menyelam yang mengacu pada standar internasional.
Peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan open water diving dan berhak memperoleh lisensi resmi penyelam.
Lisensi tersebut tidak hanya menjadi bekal kerja di sektor pariwisata bahari, tetapi juga menjadi jaminan kompetensi dan tanggung jawab keselamatan dalam setiap aktivitas penyelaman di perairan Labuan Bajo.
Ia menegaskan, keberlanjutan pariwisata bahari Labuan Bajo tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi harus dibangun di atas fondasi keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.
“Jika ingin pariwisata bahari Labuan Bajo berkelanjutan, maka keselamatan tidak boleh ditawar. P3KOM Got Talent adalah investasi jangka panjang untuk laut yang aman,” tutupnya.**






Tinggalkan Balasan