LABUANBAJOVOICE.COM – Yayasan Bintang Nggorang Komodo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kawasan pendidikan Islam di Nggorang, Kabupaten Manggarai Barat.
Pembina Yayasan Bintang Nggorang Komodo, Abubakar Sidik, menyampaikan bahwa yayasan memiliki lahan seluas 8,25 hektare yang saat ini dikelola untuk mendukung kegiatan pendidikan melalui MI Insan Kamil Nggorang dan MTs Insan Kamil Nggorang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Hari Santri Nasional 2026 bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (9/10/2026).
Abubakar menjelaskan, pembangunan kedua lembaga pendidikan tersebut selama ini dilakukan secara mandiri oleh pengurus yayasan.
“Yang sampai saat ini kami kelola itu membangun dua sekolah, ada MI-nya dan ada MTs-nya. Dan itu murni dari kami sebagai pengurus yayasan untuk membangun sekolah di dua lokasi ini,” kata Abubakar.
Ia mengatakan, keberadaan sekolah tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya orang tua siswa dari wilayah Komodo dan sekitarnya.
Menurutnya, lahan yang tersedia masih memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan organisasi keagamaan maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam.
“Dan kami sudah sejak dua tahun, tiga tahun yang lalu kami mewanti-wanti untuk bangun pondok. Tetapi sampai saat ini juga kami dalam rangka untuk mewanti-wanti saja, belum ada sinyal,” ujarnya.
Abubakar menyampaikan harapan agar PCNU Manggarai Barat dapat menjajaki kemungkinan pengembangan fasilitas pendidikan lainnya di kawasan tersebut.
“Dan ini masukan kami kepada Bapak Ketua PCNU Kabupaten Manggarai Barat bahwa tanah kami ini cukup luas, Pak, untuk melayani kebutuhan Islam atau umat Islam di Kabupaten Manggarai Barat ini. Apapun kebutuhannya, mau bangun apa di sini, yang penting kita kerja sama yang baik dalam rangka membangun Islam di Kabupaten Manggarai Barat ini,” katanya.
Selain membuka peluang kolaborasi, pihak yayasan juga berharap adanya perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Kepala MI Insan Kamil Nggorang, Ali Mustafa, mengatakan dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk membantu pengembangan fasilitas kedua lembaga pendidikan tersebut.
“Sarana yang saat ini ada itu masih murni dari yayasan. Sentuhan dari pemerintah yang walaupun dari sarananya kalau hal lain sudah ada, dari sarananya yang belum,” ujar Ali.
Ia berharap kegiatan bersama PCNU Manggarai Barat dapat memperluas pengenalan lembaga pendidikan tersebut di tingkat kabupaten sekaligus membuka peluang kerja sama ke depan.
Kolaborasi itu diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan Hari Santri Nasional, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi pembahasan lebih lanjut mengenai penguatan pendidikan Islam dan pemenuhan kebutuhan fasilitas belajar di Nggorang.**





Tinggalkan Balasan